Jumat, 28 Mei 2010

problem stres disekolah dalam perkembangan peserta didik

BAB I

PENDAHULUAN

Sekolah mempunyai arti yang sangat penting bagi bagi kehidupan dan perkembangan peserta didik.sekolah dipandang dapat memenuhi beberapa kebutuhan peserta didik dan menentukan kualitas kehidupan mereka dimasa depan.tetapi pada saat yang sama,sekolah ternyata juga dapat menjadi sumber masalah,yang pada giliranya memicu terjadinya sters dikalangan peserta didik.

BAB II

PEMBAHASAN

A.Konsep stres disekolah

Konsep school stress belakangan ini mulai diminati oleh sejumlah peneliti psikologi dan pendidikan untuk memahami kondisi stres yang dialami disekolah.Kemudian para peneliti mengembangkan konsep yang menggambarkan kondisi stres yang dialami oleh siswa akibat tuntutan sekolahnya ,yaitu school stress.

Verna,dkk9(2002)mendefinisikan scool stress sebagai akibat dari tuntutan sekolah,yaitu stress siswa yang bersumber dari tuntutan sekolah.Tuntutan yang dimaksud yaitu lebih menfokuskan pada tuntutan tugas-tugas sekolah dan tuntutan dari guru.

Desmita(2005)mendefinisikan stress sekolah sebagai ketegangan emosional yang muncul dari peristiwa-peristiwa kehidupan disekolah,dan perasaan terancamnya keselamatan atau harga didi siswa,sehingga memunculkan reaksi-reaksi fisik,psikologis dan tingkah laku yang berdampak pada penyesuaian psikologis dan prestasi akademis.

B.Sumber stress sekolah

Sebagai sebuah organisasi sosial yang kompleks sekolah memiliki sejumlah norma,nilaidan tuntutan yang harus dipenuhi oleh para anggotanya termasuk oleh siswa (Sergiovanni dan sterrat1993,Arends,1981).Sistem norma,nilai dan tuntutan sekolah tersebut mempunyai dampak yang besar terhadap penyesuaian akademik dan sosial siswa(Brand,dkk,2003).Ketidakmampuan siswa menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan sekolah tersebut akan memicu terjadinya stress(kiselica,dkk,1994).

Desmita(2005)mengidentifikasikan ada 4 tuntutan sekolah yang dapat menjadi sumber stres,yaitu :

1.Physical demands (tuntutan fisik)

Physical demands maksudny adalah stress siswa yang bersumber deri lingkungan fisik sekolah.

2.Task demands(tuntutan tugas)

Adanya tuntutan tugas sekolah ini di satu sisi merupakan aktivitas sekolah yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan siswa,namun disisi lain tidak jarang tuntutan tugas tersebut menimbulkan perasaan tertekan dan kecemasan.

3.Role demands(tuntutan peran)

Tuntutan peran secara tipikal berkaitan dengan harapan tingkah laku yang dikomunikasikan oleh pihak sekolah,orang tua dan masyarakat kepada siswa.harapan peran ini dapat menjadi salah satu sumber stress bagi siswa ,terutama ketika ia merasa tidak mampu memenuhi harapan-harapan peran tersebut.

4.Interpersonal demands(tuntutan interpersonal)

Rice(1999)secara garis besar membedakan 2 tipologi sumber stress sekolah:

a.personal social stressor,adalah stress siswa yang bersumber dari diri dan lingkungan sosial

b.akademic stressor adalah stress siswa yang bersumber dari proses belajar mengajar atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar.

Stress yang dialami oleh siswa biasanya juga disebabkan oleh:

a.Tekanan orang tua

b.Tekanan guru

c.Tekanan dari sesam siswa

d.Tekanan dari diri sendiri

C.Dampak stress sekolah

Stres sekolah mempunyai dampak terhadap kehidupan pribadi anak,baik secara fisik,psikologis maupun secara psikososial.

Anak yang mengalami tingkat stress tinggi dapat menimbulkan kemunduran prestasi,perilaku maladaptif,dan berbagai problempsikososial lainya.Sedang anak yang mengalami tingkat stress sedang malah dapat meningkatkan kesadaran,kesiapan dan prestasi.

D.Upaya mengatasi problem stress sekolah yang dialami peserta didik

Dalam upaya menanggulangi atau menangani kondisi stress peserta didik,sekolah sebagai institusi pendidikan mempunyai peran yang sangat penting.Berikut ini akan dikemukakan beberapa upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengatasi stress yang dialami peserta didik:

1.Menciptakan iklim sekolah yang kondusif

Sejumlah pemikir dan praktisi dunia pendidikan kontemporer(seperti,hanuhek,1995,Bobbi de porter,2001,Hoy dan miskel,2001,sockney,2004)menyarankan kepada pihak sekolah agar mampu menciptakan iklim sekolah sehat dan menyenangkan,yang memungkinkan siswa dapat menjalin interaksi sosial secara memadai di lingkungan sekolah.Iklim sekolah yang sehat,disamping dibutuhkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa,juga diperlukan untuk mengantisipasi timbulnya perasaan tidak nyaman dan stress dalam diri siswa,yang pada giliranya akan mempengaruhi prestasi belajar mereka.

2.Melaksanakan program pelatihan penanggulangan stress

Kondisi stress yang dialami peserta didik disekolah dapat diatasi oleh guru dengan melaksanakan program pelatihan inokulasi stress.Inokulasi stress merupakan salah satu strategi atau tekhnik kognitif-perilaku dalam program-program terapi konseling.Dengan pemberian inokulasi stress,memungkinkan peserta didik untuk untuk menghadapi situasi-situasi yang stressfull disekolah dengan cara-cara penanganan yang lebih rasional.Disamping itu,melalui training inokulasi stress ,peserta didik juga dapat meningkatkan ketrampilan-ketrampilan penyesuaian psikososial,hingga lebih mampu menjalin hubungan interpersonal secara memuaskan.

3.Mengembangkan resiliensi peserta didik

Resiliensi merupakan kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki peserta didik yang memungkinkanya untuk menghadapi,mencegah,meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan atau bahkan mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi.

BAB II

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Tuntutan yang diterima peserta didik disekolah dan juga tekanan dari lingkungan dapat menimbulkan stress pada peserta didik.Stres yang dialami peserta didik akan berdampak terhadap pada kehidupan pribadinya,baik secara fisik,psikologis maupun psikososial.Untuk mengantisipasi terjadinya stress yang berkepanjangan yang pada giliranya akan mengganggu prestasi akademiknya.Pihak sekolah diharapkan dapat mencegah dan mengatasi problem stress sekolah yang dialami peserta didik.

B.SARAN

Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu kritik dan saran sangatlah dibutuhkan agar pada pembuatan makalah yang selanjutnya dapat lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Desmita,2009,psikologi perkembangan peserta didik,Bandung:Remaja Rosdakarya

http//google.com/m?q=cara%20mengatasi%20stres%20sekolah&client=opera- mini

&channel=new

http//kumpulan.info/keluarga/anak/40.anak/275-mengatasi-stres sekolah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar